Selasa, 14 Maret 2017

Tugas Critical Thinking

TUGAS CRITICAL THINKING

Cari Situasi / Kasus Nyata dari masa berpikir kritis dan kreatif

Kasus
Berpikir Kritis dan Berpikir Kreatif sebagai
Fokus Pembelajaran Matematika

Abstrak
Kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif semakin diperlu dalam kehidupan ini. Masyarakat dunia menghadapi permasalahan global seperti perkembangan penduduk, keterbatasan sumber daya, perubahan mode lapangan pekerjaan, perubahan iklim akibat pemanasan global, perubahan budaya, dan perubahan dinamis ekonomi masyarakat. Persaingan semakin ketat tetapi dilain pihak kerjasama dan fleksibilitas dalam menghadapi pekerjaan dan sesuatu tetap diperlukan. Kondisi demikian merupakan tantangan dunia pendidikan sekaligus kewajiban guru yang langsung menghadapi generasi masa depan. Pendidik perlu semakin dibuka kesadarannya bahwa pesan pendidikan bukan sekedar menyampaikan materi tetapi mendidik membangun kemampuan kritis sekaligus kreatif. Pendidik perlu mewariskan budaya untuk cermat, sistematis,evaluatif, analitis, fleksibel, dan menerima ide-ide yang berbeda. Guna membekali harapan tersebut terutama bagi guru matematika, tulisan ini akan membahas ikwal tentang kemampuan berpikir kritis, kemampuan berpikir kreatif, dan pembelajaran yang mendorong kemampuan tersebut.     
Pendahuluan
Perkembangan teknologi komunikasi-informasi, media-sosial, dan keterbatasan sumber daya alam serta perubahan yang tidak menentumemerlukan kemampuan dan keterampilan berpikir kritis dan berpikir kreatif. Halpern dalam Stein, Haynes, Redding, Ennis,& Cecil (2007) menyebutkan  “virtually every business or industry position that involves responsibility and action in the face of uncertainty would benefit if the people filling that position obtained a high level of the ability to think critically”. Hasil survey tentang keterampilan yang diperlukan dunia kerja menempatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif termasuk empat besar keterampilan utama dalam bisnis yang penting.
Pendidikan Matematika memiliki peran tidak hanya membekali nilai edukasi yang bersifat mencerdaskan siswa tetapi juga nilai edukasi yang membantu membentuk karakter siswa, termasuk berpikir kritis dan berpikir kreatif.  Kemampuan tersebut tidak sekedar muncul secara alamiah tetapi perlu diajarkan dan dirancang sejak di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi. Kemampuan dan keterampilan tersebut perlu dikembangkan pada setiap mata pelajaran termasuk matematika. Pembekalan keterampilan dan kemampuan tersebut perlu dilakukan di dalam kelas-kelas ketika proses pembelajaran berlangsung.
Kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam mata pelajaran matematika sebenarnya sejak lama menjadi tujuan atau arah pembelajaran baik secara eksplisit maupun implisit (Kurikulum 1994, 2006, 2013).  Pendidik mungkin telah berupaya menekankan kemampuan berpikir kritis dan kreatif tetapi muatan materi kurikulum yang demikian menjadikan pendidik memprioritaskan aspek lain seperti hanya pemahaman konsep. Umumnya, pembelajaran belum memberikan kesempatan peserta didikmenemukan jawaban ataupun cara yang berbeda dari yang sudah diajarkan pendidik. Pendidik tidak membiarkan peserta didik mengkonstruk pendapat atau pemahamannya sendiri terhadap suatu konsep matematika. Berpikir kritis dan kreatif jarang ditekankan pada pembelajaran matematika karena strategi pembelajaran yang diterapkan cenderung berorientasi pada pengembangan pemikiran analitis dengan masalah-masalah yang rutin.
Khusus untuk berpikir kreatif, Beghetto (2010) menuliskan bahwa peneliti-peneliti telah mengidentifikasi kendala-kendala dalam pengembangan kreativitas (termasuk berpikir kritis) di kelas, yaitu praktek pengajaran yang konvergen, sikap dan keyakinan guru terhadap kreativitas, motivasi lingkungan, dan keyakinan siswa sendiri terhadap kreativitas. Pengajaran konvergen cenderung didominasi guru untuk “bicara” atau lebih dari 70% waktu pelajaran digunakan untuk mentransfer informasi.  Guru tidak menerima ide atau masukan dari siswa, jika siswa melontarkan ide dianggap sesuatu yang destruktif atau mengganggu. Ini menunjukkan keterampilan berpikir kritis tidak sepenuhnya diterima dalam aktivitas pembelajaran. Praktek tersebut seringkali dipengaruhi sikap dan keyakinan guru sendiri. Sikap dan keyakinan tersebut terbangun ketika masa sekolah dan juga situasi lingkungan yang membangun pengalamannya. Masih banyak pandangan bahwa kreativitas dan pengetahuan akademik merupakan sesuatu yang terpisah. Pembelajaran untuk mengembangkan potensi kritis dan kreatif siswa berbeda untuk pengetahuan akademik. Beghetto  (2010) memberikan contoh pandangan Guilford, Vygotsky, dan ahli lain yang menghubungkan antara kreativitas dan pembelajaran suatu pengetahuan. Guru dapat mengembangkan potensi kreatif siswa (termasuk berpikir kritis) sekaligus pengetahuan akademiknya. 

Beberapa alasan perlunya pembelajaran matematika perlu menekan pada berpikir kritis dan kreatif, antara lain:
1.  Matematika suatu pengetahuan yang kompleks dan luas sehingga tidak cukup diajarkan dengan hafalan,
2.  Peserta didik memiliki potensi untuk berpikir kritis dan kreatif dalam semua hal, termasuk matematika yang merupakan ilmu tentang aktivitas manusia,
3.  Peserta didik dapat menemukan solusi-solusi yang asli (original) saat memecahkan masalah, sehingga memuaskan diri sendiri (memicu motivasi internal),
4. Pendidik dapat melihat kontribusi asli dan ide-ide yang menakjubkan dari peserta didik, sehingga memberi kesempatan berbagi ide dan saling belajar,
5.   Meningkatkan kemampuan dan keterampilan  matematika peserta didik, 
6.  Memberi pengalaman bahwa menemukan sesuatu yang asli /original memerlukan proses, pemikiran mendalam dan kritis, ketekunan, dan pantang menyerah, seperti membuat pembuktian dari menemukan teorema-teorema,
7. Kehidupan nyata sehari-hari memerlukan matematika, sedangkan masalah sehari-hari bukanlah hal yang rutin, sehingga memerlukan pemikiran kritis dan kreatif dalam menyelesaikannya.
Dalam tulisan berikut akan dibahas: (1) pengertian berpikir kritis, (2) pengertian berpikir kreatif, (3) hubungan antara berpikir kritis dan kreatif, (4) pembelajaran matematika yang meningkatkan berpikir kritis dan berpikir kreatif. 

Matematika sebagai ilmu dasar dari segala bidang ilmu pengetahuan merupakan hal yang sangat penting untuk kita ketahui. Oleh sebab itu, matematika perlu diajarkan di semua jenjang pendidikan formal, mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Pentingnya matematika bisa dilihat dari manfaat dan kegunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari, juga bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu penyempurnaan kurikulum terus dilakukan Depdiknas, antara lain dengan memasukkan   kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif sebagai Standar Kompetensi Mata Pelajaran Matematika yang termuat dalam Kurikulum 2006.
Kemampuan berpikir kritis dan kreatif sangat diperlukan oleh siswa mengingat bahwa dewasa ini ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat pesat dan memungkinkan siapa saja bisa memperoleh informasi secara cepat dan mudah dengan melimpah dari berbagai sumber dan tempat mana pun di dunia. Hal ini mengakibatkan cepatnya perubahan tatanan hidup serta perubahan global dalam kehidupan. Jika para siswa tidak dibekali dengan kemampuan berpikir kritis dan kreatif maka mereka tidak akan mampu mengolah menilai dan mengambil informasi yang butuhkannya untuk menghadapi tantangan tersebut. Oleh karena itu kemampuan berpikir kritis dan kreatif adalah merupakan kemampuan yang penting dalam mata pelajaran matematika.

Kesimpulan
Kemampuan berpikir kritis dan kreatif  matematis merupakan hal yang harus dimiliki oleh siswa. Oleh sebab itu, matematika sebagai salah satu mata pelajaran yang mengajarkan cara berpikir kritis dan kreatif perlu diajarkan di semua jenjang pendidikan formal, mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Pentingnya matematika bisa dilihat dari manfaat dan kegunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari, juga bagi perkembangan ilmu pengetahuan

Menurut saya, dalam kehidupan sehari-hari yang kita jalani juga adanya pelajaran matematika yang membuat kita harus berpikir kritis dan kreatif untuk dapat menyelesaikan suatu masalah. Sebagai contoh, dalam soal-soal matematika, banyak sekali rumus-rumus yang dapat digunakan. Dari rumus-rumus itulah, kita harus berpikir kritis untuk menentukan rumus manakah yang sesuai dan tepat sehingga kita dapat menyelesaikan soal-soal  itu secara cepat dan mudah. Berpikir kreatif itu terletak ketika kita sudah menentukan satu rumus. Kita juga dapat menggunakan rumus yang lain untuk menyelesaikan soal-soal itu.

Penggunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari, dalam menyelesaikan kasus kita tidak harus terpaku dalam 1 cara saja, tapi kita juga dapat menggunakan cara yang lain agar kasus tersebut dapat dipecahkan secara tepat dan cepat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar